Yas, Aku Mau Bilang Sesuatu

Ilustrasi: DNK.id

"Buk, saya Budi," kataku saat pertama kali bertemu dengan ibunya kekasihku.


Aku terasa kikuk saat bertemu dengan beliau. Namun, saat aku ke sana sudah mempersiapkan diri hidup dan mati. Bak anak Banser terjun ke Medan perang. 

"Eh,... Iya, Nak.. Sampean anunya Astila ya?" kata beliau dengan wajah kegirangan. 

Sampai saat ini, aku masih teringat dengan jelas wajah itu. Mata beliau terbelalak, senyumnya mengembang, wajahnya cerah, tubuhnya tidak berhenti kegirangan.

Uniknya, beliau bilang "anunya". Haha. Aku harus jawab apa ini? 

Entah bagaimana, semuanya kemudian mengalir begitu cepat. Ada banyak hal yang beliau tanyakan padaku. Ya, hal-hal formalitas terkait latar belakangku, dan tentang hubunganku dengan Astila.

"Astila saya ajak jalan dulu, nggeh, Buk?" izinku.

"Eh,.. Iya, ga papa...," jawab beliau masih dalam wajah kegirangan.

Rumah kekasihku nampak terasa semakin segar, sejuk, dan membuatku betah. Sialnya, kami masih sekedar pacaran. Belum menuju hal yang serius.

Sore itu kota Batu sedang mendung, namun tak kunjung hujan. Lalu lalang mahasiswa dari berbagai kampus menghantui kencan kami. Pengamen jalanan juga segan menghampiri kami untuk sekedar memberikan satu nomor lagu. 

"Yas, aku mau bilang sesuatu," kata Astila.

"Ya,.. Bilang aja, maniiis.." jawabku agak gregeten.

"Aku telat dua bulan.....,"[*]

No comments:

Post a Comment