Kata Siapa?


"Dari mana, Dul?" tanyaku.

"Dari sana ke sini, Bud." jawab Abdul.

Abdul ini anak yang unik, pemikirannya selalu selangkah lebih maju dariku. Dia berasal dari desa sebelah. Kami berdua sama-sama aktif di IPNU.

"He, kampret.. Pye persiapan konferensi Minggu depan?" tanyanya padaku.

"Lho,.. maksudmu?"

Ini salah satu poin bahwa dia selalu berfikiran lebih maju dariku. Entah apa yang merasukinya, yang jelas dia selalu saja begitu. 

"Gini, lho, Bud. Konferensi itu 'kan forum tertinggi di PAC, nanti akan ada sidang pemilihan ketua PAC yang baru. Nah, kamu ada pandangan, nggak, terkait itu?"

"Maksudmu calon ketua? Menurut pandanganku?"

"Iyap.. Betul!"

"Gini, Dul. Bukane aku moh ngasih masukan atau urun rembug, aku ini dudu sopo-sopo, gak masuk itungan! Jadi, ya, ndak usah kamu mintai pendapat."

"Kata siapa kamu bukan siapa-siapa? Kata siapa kamu tidak masuk itungan? Kata siapa kamu gak boleh ngasih saran? Sejak kapan PAC ini milik golongan tertentu? Golongan mana? Tidak ada! Kamu jangan ngada-ngada, Bud. Jangan nyebar berita hoax! Jangan nyebar fitnah! Kalau ada usulan, ya, ayo dirembugkan bersama!" 

Lho... Dia marah... [*]

No comments:

Post a Comment